Pages

Pemberitahuan

Update dan postingan baru dari blog ini bisa anda temukan di Accounting-Financial-Tax.com. Di situs yang baru ini makin banyak topik di bahas, berbagai accounting standard, concept dan contoh kasus yang bervariasi. Dengn ciri khas yang sama: detail, mendalam, dan practical. Diupdate setiap hari, termasuk perkembangan terkini dari international accounting standard [IAS], International Financial Reporting Standard [IFRS], GAAP Codification [ASC], Auditing Standard, dll. Dan, semuanya disajikan dengan interface yang lebih user friendly, clear navigation yang mengkaitkan antara satu topic dengan topic lain, dengan tingkat accuracy yang selalu dievaluasi dari waktu ke waktu.

"Accounting theories and concept" adalah penting, akan tetapi apalah artinya concept dan theory jika tidak diwujudkan dalam tingkatan implementasi.

Per 2011, saya juga aktif menulis di JurnalAkuntansiKeuangan.com yang di launch baru-baru ini, meskipun tak cukup sering.

May 29, 2008

DETERMINASI COST & EXPENSE - Terapan

Posting ini akan membahas bagaimana mendeterminasi COST Vs EXPENSE, anda juga bisa mendapat sebuah free tool, yaitu: EFFECIENCY CALCULATOR melalui sebuah contest terkait dengan topic ini. Yang akan saya bicarakan bukanlah mengenai penggunaan istilah "cost" atau "kos" atau "biaya" atau "beban". Itu sudah dibahas oleh senior kita Pak Suwarjono. Saya tidak bermaksud menyaingi beliau. Saya yakin anda juga sudah membacanya.

Yang akan saya bahas adalah sisi penerapannya, yaitu: Bagaimana mendeterminasi (menentukan) apakah suatu pengeluaran termasuk "Cost" atau "Expense" (bahasa international), regardless apakah dalam bahasa ibu kita disebut "kos" atau "Kos-kos-an", "Akuntansi Biaya" atau "Akuntansi Biayakan" (bahasa jawa ala Pak Suwarjono). Beyond pro's-con's tersebut.

Ini juga bukan sebuah "kajian empiric" yang biasanya memakai judul "Blah Blah Blah... at a Glance", itulah sebabnya mengapa saya tidak memakai judul "Cost and Expense Determination at a Glance". Itu terlalu sakral buat saya. Yang ringan-ringan dan santai saja (kalau bisa sesederhana mungkin, mudah dipahami tapi bisa di aplikasikan secara nyata).

Di blog ini anda banyak menjumpai penggunaan istilah asing. Mungkin bagi sebagian orang itu "sok keren" atau "kurang nasionalis", boleh-boleh saja dipandang begitu. Yang penting maksud saya bukanlah demikian. Tetapi jujur saja, saya merasa lebih nyaman memakainya. Bagi rekan-rekan yang terkadang malah menjadi sulit memahami karena istilah-istilah asing yang dipakai, saya mohon maaf, dan saya yakin jika dibiasakan akan menjadi biasa.

Benar yang dikatakan oleh Pak Suwarjono, alih bahasa (translation) bahasa akuntansi yang aslinya memang tidak berasal dari rumpun melayu, kemudian ditranslasikan menjadi bahasa melayu, menimbulkan kerancuan yang lumayan serius. Akibatnya, pembelajaran akuntansi menjadi sesuatu yang sulit, hanya karena pemaparan yang bahasanya sangat tingkat tinggi, sangat ilmiah. Saya pribadi (maaf) tidak setuju jika pemahaman di kebelakangkan hanya untuk menjaga supaya literature-literature, karya-karya ilmiah, jurnal-jurnal akuntansi tidak "kehilangan pamor (=wibawa?) hanya gara-gara tidak menggunakan gaya bahasa, dan gaya pembahasan karya ilmiah yang baku. Hmmm... buat saya itu "pemikiran konservative" yang rada-rada (maaf) "naif". Come on, we've been on "21th" century now, it is "Lean Accounting Era now"!. Maaf jika ada yang insulted. I don't meant it.

Cukup mengenai penggunaan bahasa akuntansi, that is not our main focus here.

Dari jawaban quiz untuk mendapatkan "Spreadsheet Cash Flow-Free" yang sudah berlangsung kemaren (sekarang soalnya sudah saya ganti), kita sudah melihat pemikiran tentang cost vs expense ternyata beraneka ragam. Lain orang lain pengertian (pemahaman-nya). Padahal mendeterminasi cost dan expense hampir kita lakukan setiap menit di accounting (itu artinya critical). Terdorong oleh hal tersebutlah maka saya membahas topic ini.

Okay, kita langsung ke persoalan: Bagaimana mendeterminasi "Cost" dan "Expense". Agar mudah dipahami, saya akan memakai gambar-gambar dan bagan sederhana, mudah-mudahan bisa mempermudah.


Gambar dan Bagan-1:
Apa ini?, yupz benar ini adalah baut (bolt), sekarang coba analyze: apakah pengeluaran untuk memperoleh benda ini termasuk cost atau expense? Mungkin ada yang spontan menjawab "expense!" mungkin ada yang bilang "belum tentu..." sambil mengerutkan dahi. Belum tentu bagaimana? "tergantung", tergantung bagaimana?.... hmmm mikir dahulu pastinya :-) saya juga begitu. Tetapi coba kita lihat bagan dibawah ini:



Penjelasan Bagan-1 (di atas):

Bagi toko bangunan expenditure (pengeluaran) untuk memperoleh baut-baut tersebut dari pabrik baut adalah "Cost", tetapi bagi anda (atau siapa saja) yang membeli baut di toko bangunan untuk mengencangkan roda sepeda mini si kecil dirumah, pengeluaran tersebut adalah "expense".

Kesimpulan apa yang bisa ditarik disini? Dari gamabar dan bagan-1 di atas, ada kesan bahwa; bagi toko bangunan itu disebut cost karena belinya dalam jumlah banyak (bulk quantity), uang yang dikeluarkan (disbursed) pun pastinya banyak, sedangkan bagi anda itu adalah expense karena anda membeli baut hanya 2 biji dan bayarnya pakai uang kepeng (read:sedikit). Ada kesan seolah-olah "materiality" adalah penentu apakah suatu expenditure (pengeluaran) tergolong cost atau expense. Apakah benar demikian?. Mari kita lihat gambar dan bagan berikutnya...............


Bagan dan Gambar-2:

Yup, anda tidak salah; ini adalah gambar sebuah Polo-shirt dan tank top. Anda membeli 2 potong pakian (Polo Shirt dan Tank Top) dari sebuah toko sport clothes, sekali lagi, jumlahnya hanya 2 pieces. Bayarnyapun tidak banyak. Akan tetapi ternyata anda menjual 2 potong pakian tersebut kepada rekan atau tetangga anda, karena anda memang melayani jual-beli pakian secara eceran di komplek perumahan dimana anda tinggal. So, buat anda pengeluaran untuk memperoleh pakian tersebut dari toko adalah "Cost", sedangkan bagi teman (tetangga) anda yang membeli pakaian polo-shirt itu untuk main golf besok adalah "expense".


Dari bagan-2 di atas, ada kesan seolah-olah cost atau expense tersebut ukurannya adalah inventory (persediaan barang jadi atau raw material), bila itu barang persediaan untuk dijual kembali maka itu cost, jika tidak maka itu expense. Apakah benar begitu? mari kita lanjutkan ke gambar dan bagan berikutnya.........


Gambar dan bagan-3:

Ini adalah tuts piano (untuk mewakili gambar piano. Bagi seorang "Professional Piano Perforamer" yang biasa tampil di concenert-concert (commercial events), pengeluaran untuk membeli piano adalah "Cost", sedangkan bagi gadis cilik yang dibawahnya, yang main piano hanya untuk main di rumah saja, pengeluaran untuk membeli piano adalah "Expense".



Kesimpulan

Dari ketiga bagan di atas saya berharap anda sudah mendapat kesimpulan yang mendekati sempurna. Apa kesimpulannya?

[1]. Suatu expenditure (pengeluaran) disebut "Cost" apabila atas pengeluaran tersebut dimaksudkan untuk memperoleh sesuatu yang nantinya bisa mendatangkan cash atau potensi cash kembali. Kembalinya cash bisa dalam jangka pendek (misalnya: inventory, contoh: pembelian baut oleh toko bangunan atau pembelian polo shirt oleh anda), atau dalam jangka panjang (misalnya: aktiva tetap, contoh: pembelian piano). Terlepas apakah itu bulk purchase atau tidak, apakah itu inventory atau bukan, apakah itu langsung dibebankan ke Cost of Goods Sold atau dialokasikan melalui Penyusutan (depreciation) atau amortisasi.

[2]. Suatu expenditure (pengaluaran) disebut "Expense" apabila kebalikan dari yang diatas, artinya pengeluaran tersebut dilakukan untuk memperoleh sesuatu yang tidak berpotensi menghasilkan cash kembali (alias keluar begitu saja, pergi selamanya tanpa pesan :P ).

Sesederhana itu? Ya, it's not a high rocket science.... :)

Accounting Contest-1

From now on, tentu anda sudah bisa mendeterminasi Cost dan Expense dengan mudah, tidak akan pernah ragu/bimbang lagi, bukan?

Jika iya, sekarang saya tantang anda; masih mendeterminasi "Cost" atau "Expense".

Apa tantangannya? CONTEST!, ya.. Accounting Contest.

Aturan contest
Contest artinya, anda dan rekan-rekan yang lain (siapa saja) bersaing untuk memenangkan contest dengan melakukan tantangan yang akan saya berikan. Tantangannya sederhana saja, yaitu menjawab sebuah pertanyaan dan memberikan penjelasan (atau analisa) yang sebagus mungkin. Jawaban saya tunggu hingga hari senen (1-Jun-2008, pukul 13:00 WIB).

Saya akan memilih 15 contestant yang akan memberikan jawaban terbaik. Hasil penilian saya umumkan pukul 15:00 WIB di hari penutupan.

Hadiah Contest

Pemenangnya akan memperoleh; "EFFICIENCY CALCULATOR"

"Efficiency Calculator" adalah spreadsheet yang saya rancang khusus untuk menghitung effisiensi atas suatu pengeluaran (pengeluaran apapun itu), akan sangat membantu dalam menghitung effisiensi (pengiritan) yang telah/akan anda lakukan. Baik itu untuk pengeluaran pribadi maupun pengeluaran perusahaan.

Contoh pengukuran effsiensi pengeluaran pribadi:

Anda menyukai (naksir) 2 orang gadis, yang sama-sama cantik, dan pintar. Let's say yang satu namanya "Jenny" yang satunya lagi namanya "Melinda". Anda bingung menentukan mana calon terbaik buat bakal istri. Sebagai orang accounting, mungkin (sekali lagi mungkin), effsiensi adalah criteria utama dalam melakukan penilaian. Jenny suka makan Breadtalk™ yang menghabiskan rata-rata Rp 150,000/minggu, sedangkan Melinda suka makan sushi yang menghabiskan rata-rata Rp 200,000/minggu. Hmmm effisiensi-nya hanya Rp 50,000/minggu. Not significant, am I right?. Nah jika anda menikah dengan Jenny di usia 28 tahun, kemudian anda merencanakan pensiun di usia 60 tahun, berapa effisiensi-nya jika anda menikah dengan jenny dibandingkan jika anda menikah dengan Melinda? Calculator ini akan membantu menghitungkannya untuk anda dalam beberapa detik saja!, SUDAH MEMPERHITUNGKAN "NET PRESENT VALUE" DAN "NET FUTURE VALUE" UANG! Bisa anda bayangkan seberapa powerful calculator ini untuk mengukur effisiensi atas pengeluaran tertentu di kantor.

Bukan hanya itu, pemenang juga akan langsung saya ikutkan (tanpa seleksi awal) di contest putaran berikutnya, untuk memenangkan sebuah grand price, yaitu sebuah "FLASHDISK 1 GIGABYTE", berisi freeware-freeware yang berguna untuk keperluan kantor maupun pribadi anda, bukan CD, tetapi "flashdisk 1 gigabyte berisi freeware!", sehingga bisa anda hapus dan isi lagi sesuai keperluan anda. Contest putaran berikutnya akan disponsori oleh perusahaan tertentu yang sudah confirm untuk memberikan sponsor.
Wah, saya pikir grand price-nya Mobil Mercy Compressor.... yah cuma flashdik 1GB.....
Memangnya ini Bank/Perusahaan Tbk? heheheeheh... ini cuma for fun, yet, sekalian sambil belajar kan?.

Tantangan Accounting Contest-1


Perhatikan gambar di atas:

Ada young lady, dia adalah seorang professional marketer.

Pertanyaan-nya: Jika dia bekerja untuk perusahaan anda, atas pengeluaran yang akan dibayarkan untuk dia, apakah anda akan akui sebagai cost atau expense? jelaskan mengapa!.

Tulis jawaban dengan analisa (penjelasan sebaik mungkin menurut anda) di komentar, dan jangan lupa sertakan email address anda.

Ingat, Accounting Contest-1 saya buka mulai posting ini dipublish, dan ditutup pada hari senen 01 June 2008 pukul 13:00 WIB.

Happy Contest!

20 comments:

  1. ]. Suatu expenditure (pengeluaran) disebut "Cost" apabila atas pengeluaran tersebut dimaksudkan untuk memperoleh sesuatu yang nantinya bisa mendatangkan cash atau potensi cash kembali. Kembalinya cash bisa dalam jangka pendek (misalnya: inventory, contoh: pembelian baut oleh toko bangunan atau pembelian polo shirt oleh anda), atau dalam jangka panjang (misalnya: aktiva tetap, contoh: pembelian piano). Terlepas apakah itu bulk purchase atau tidak, apakah itu inventory atau bukan, apakah itu langsung dibebankan ke Cost of Goods Sold atau dialokasikan melalui Penyusutan (depreciation) atau amortisasi.

    [2]. Suatu expenditure (pengaluaran) disebut "Expense" apabila kebalikan dari yang diatas, artinya pengeluaran tersebut dilakukan untuk memperoleh sesuatu yang tidak berpotensi menghasilkan cash kembali (alias keluar begitu saja, pergi selamanya tanpa pesan :P ).

    Dari ke-2 uraian tersebut diatas, sangat jelas bahwa pengeluaran yang dibayarkan untuk seorang professional marketer adalah diakui sebagai cost karena pengeluaran-pengeluaran yang akan dibayarkan untuk seorang professional marketer nantinya akan mendatangkan cash atau potensi cash kembali dalam hal ini perusahaan akan mendapatkan user atau calon user dari produk yang ditawarkan oleh seorang professional marketer yang nantinya akan meningkatkan penjualan.
    terima kasih,

    salam hormat
    rusdy.mega@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  2. sya mecoba sedikit menjawab, mudah-mudahan mendapatkan free tools + grand prices :
    merefer ke penjelasan mengenai Determinasi cost & expense - terapan diatas , dapat kita katakan bahwa professional marketter tersebut adalah asset bagi perusahaan, dimana asset tersebut akan mendatangkan cash back atau keuntungan bagi perusahaan dari setiap usaha atau kegiatan marketing yang dilakukannya, jadi semua biaya yang dikeluarkan untuk marketter tsb adalah cost atau harga pokok penjualan bukanlah expenses.

    sekian-smoga berkenan..
    Afdhol
    toni.afdhol@gmail.com

    ReplyDelete
  3. Dear pak putra,

    Pertanyaanya akan coba saya jawab ya pak,

    Pengeluaran yang akan dibayarkan untuk seorang professional marketer akan saya anggap sebagai Cost apabila pengeluaran tersebut berhubungan untuk mendapatkan tujuan tertentu misal mendapatkan project pekerjaan dari end user karena professional marketer merupakan bagian yang penting dan cukup sentral dalam perusahaan yang mana tugas dan pekerjaannya sangat mempengaruhi akan tumbuh kembangnya perusahaan tersebut apakah akan menjadi baik atau malah menjadi buruk, akan bertambah meningkat atau menurun. Dengan adanya proffesional marketer dalam suatu perusahaan secara otomatis perusahaan akan mengharapkan hasil yang terbaik dan menguntungkan bagi perusahaannya baik keuntungan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, intinya sih perusahaan menginginkan profit yang didapat terus bertambah.
    Saya akan mencontohkan seorang proffesional marketer di perusahaan ditempat saya bekerja kebetulan perusahaannya bergerak dalam bidang Contractor Electrical Mekanical khususnya Transformer,Panel,Busduct,NGR dll.
    Ditempat saya bekerja ada cost khusus untuk pengeluaran dari professional marketer yang ditanggung oleh perusahaan dalam hal ini pengeluaran yang berhubungan dengan urusan untuk mendapatkan project atau pekerjaan dari pihak end user karena pengeluaran professional marketer dianggap sangat mendukung demi kelancaraan mendapatkan tujuan tertentu,dan apabila professional marketer tsb telah mendapatkan project dari end user untuk penggadaan barang electrical mekanical dengan nilai yang cukup besar maka akan mendapatkan nilai lebih dari perusahaan.
    Email : thio.rahayu@sikakharisma.com

    Salam,

    Thio

    ReplyDelete
  4. Professional marketer adalah seorang profesional yang memberikan jasa konsultasi dibidang marketing seperti cara-cara merencanakan, menganalisa, mengimplementasi strategy, tactic dan value marketing untuk menangani produk konsumen, jasa /services maupun industri.

    Jika young lady tersebut bekerja untuk perusahaan dan merupakan bagian dari perusahaan maka young lady tersebut akan mendapatkan gaji yang diakui sebagai expense dan diperhitungkan pada laba rugi.

    Tetapi apabila young lady tersebut bekerja untuk perusahaan dalam jangka waktu tertentu (dalam hal ini young lady tersebut merupakan seorang konsultan) maka atas jasa yang diberikannya disebut sebagai jasa konsultasi/professional. Atas jasa ini dipotong PPh Pasal 23 sebesar 4.5% (aspek perpajakan jika diperlukan)

    Biaya konsultasi/profesional tersebut merupakan expense karena jasa yang diberikannya oleh perusahaan tidak dapat dijual kembali kepada orang lain. Tetapi lebih kepada efeknya terhadap perusahaan itu sendiri berupa perbaikan-perbaikan dan peningkatan kearah yang lebih baik khususnya dibidang marketing.

    ReplyDelete
  5. Mohon maaf, comment yang barusan saya posting belum mencantumkan e-mail saya

    Willy_tandauli@yahoo.com

    ReplyDelete
  6. Suatu pengeluaran dikategorikan cost atau expense tidak hanya dilihat dari kharakteristiknya yang dapat mendatangkan cash kembali saja. Namun juga dalam hal relasinya terhadap potential cash tersebut.

    Akan sangat sulit untuk merelasikan secara langsung pengeluaran untuk profesional marketer tersebut ke dalam komponen cost of goods sold, sehingga biasanya dikategorikan sebagai biaya operational. Maka daripadanya, pengeluaran untuk profesional marketer ini merupakan expense, bukan merupakan cost walaupun secara tujuan pengeluarannya ada harapan untuk mendapatkan cash kembali.

    ReplyDelete
  7. Sebagai seorang profesional marketer tugas young lady adalah membuat produk/jasa yang kita buat dikenal dan dibutuhkan oleh masyarakat umum.
    Ukuran keberhasilannya adalah produk/jasa kita tersebut sangat dikenal oleh masyarakat luas bahkan sampai ke pelosok, dan dengan teknik marketingnya yang persuasif membuat masyarakat merasa butuh dan memutuskan membeli produk/jasa kita tersebut. Semakin terkenal dan semakin tinggi angka penjualan kita dan ujung-ujungnya akan menggelembungkan pundi-pundi perusahaan.
    Atas prestasinya, young lady pantas dan berhak untuk mendapat reward dari perusahaan yang menggunakan jasanya yaitu fee, bonus, dll.(Biasanya atas prestasi tertentu perusahaan menjanjikan remunerasi tertentu bagi marketernya)
    Atas fee, bonus,dll yang dibayarkan oleh perusahaan kepada young lady, perusahaan menyebutnya sebagai cost karena dengan fee, bonus yg diterima oleh young lady, yg dijanjikan di awal telah terbukti mampu memacu semangat young lady bekerja keras mendatangkan profit bg perusahaan.

    arvin
    alwmilis@telkom.net

    ReplyDelete
  8. Dear Pak Putra,

    Essensinya setiap pengeluaran gaji atas tenaga kerja perusahaan(karyawan, konsultan, dsb)harus diakui sebagai expense dan dipotong pajak penghasilan. Namun jika ada pengeluaran yang akan dibayarkan untuk "Dia" di luar gaji yang dapat menambah langsung nilai perolehan atas barang/ jasa yang dijual perusahaan, maka pengeluaran tsb dapat dianggap sebagai COGS.

    Thanks, saya baru sign up ke blog ini, yg mana sangat menarik isinya

    mr_r80@yahoo.com

    ReplyDelete
  9. Secara umum tugas seorang professional marketer adalah merencanakan, menganalisa serta mengimplementasikan strategy, tactic dan value marketing untuk menangani produk konsumen, jasa /services maupun industri. Dalam hal ini apa yang Ia lakukan kepada perusahaan sangat mempunyai pengaruh atas penjualan produk/ jasa perusahaan. Penjualan produk/jasa akan berimbas pada laba perusahaan. Tentu saja jika

    ReplyDelete
  10. Untuk Yth Pak Putra,

    Kalau menurut saya, pengeluaran perusahaan untuk seorang profesional marketer termasuk dalam Ekpense (biaya). Hal tersebut dikarenakan dalam pekerjaanya, beliau tidak terkait secara langsung dengan proses poduksi (barang ataupun jasa). terkait secara langsung maksudnya adalah ikut serta dalam melakukan proses produksi.

    salam
    INAP
    na_pradnyana@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  11. Dear Mr Putra,
    untuk pengakuan pengeluaran young lady tersebut bisa diakaui sebagai exspense ( melihat dari sudut pandang atas transaksi perdagangan dan seorang lady tersebut only menawarkan suatu produk sebagai misal property ), oke bung kita lihat expense yang kemungkinan timbul akibat transaksi tersebut adalah sebagai berikut :
    - telepon ( komunikasi )
    - entertaint ( pertemuan dg klain
    - seminar -seminar
    - gaji
    - bonus
    - ATK
    - Advertising
    - insentif

    Thanks & Rgds

    fxcandra
    email :fxcandra@gmail.com

    ReplyDelete
  12. Saya sangat yakin bahwa, biaya untuk medukung penjualan itu merupakan penambahan cost untuk barang yang dijual, sehingga seandainya harga barang yang dijual seharga U$D 1, dan biaya yang dikeluarkan untuk marketer sebesar U$D 0.5, maka cost of goods sold nya U$D 1.5.

    aji.seprian@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  13. lanjutan jawaban elita (knp susah ngiirmnya y?)
    tentu saja jika ada penjualan akan ada aliran kas masuk dan scr tdk langsung mngkatkan profit perush. Kompensasi yg diberikan perush atas kerja proff marketer adalah cost krn dengan pengorbanan yg dikeluarkan perush diharapkan akan memberikan imbal balik brp meningkatnya penjualan .
    Thanks
    leetakyo_hm@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  14. .....
    Ada professional marketer BEKERJA UNTUK perusahaan saya...

    Dari klausa di atas, saya berkeyakinan bahwa si professional marketer adalah bukan karyawan perusahaan saya.
    Atas pengeluaran untuk itu saya kategorikan sebagai expense.

    Mengapa expense?
    Karena :
    1. Per batasan yang diberikan Pak Putra; maka pengeluaran ini belum tentu menghasilkan kas. Yang pasti dengan memanfaatkan jasa professional marketer DIHARAPKAN demikian, tapi siapa tahu ada kesalahan memilihnya sehingga bukan untung tapi malah buntung (senilai pengeluaran tersebut).
    2. Mengikuti 'kebiasaan' penyajian di laporan keuangan, bahwa pengeluaran yang berhubungan dengan pemasaran dan/atau penjualan dikategorikan sebagai beban (IAI) atau expense.

    ASPEK PERPAJAKAN :
    Untuk professional marketer yang BEKERJA UNTUK perusahaan saya,
    perpajakannya berhubungan dengan PPh Pasal 23, dipungut 15% x 30% x nilai kontrak atau jumlah pengganti yang disepakati.

    Jika si professional marketer tersebut BEKERJA DI perusahaan saya, yaitu direkrut dan menjadi karyawan perusahaan. Sehingga atas pengeluaran perusahaan yang terjadi maka perpajakannya mengacu kepada PPh Pasal 21, yang cukup kompleks.... tapi sudah dieliminir oleh Pak Putra dengan seringnya disampaikan di blog ini.

    Demikian determinasi saya atas cost expense (terapan) berhubungan dengan beauty young lady di atas.

    God Bless U
    Harry (harry_logic@yahoo.com)

    ReplyDelete
  15. Sebagai karyawan dibagian pemasaran, semua biaya karyawan yang timbul akan menjadi expense bagi perusahaan. Namun demikian, sebagai penunjang untuk mendapatkan revenue bagi perusahaan, maka perusahaan akan mengeluarkan cost untuk beliau, contohnya pemberian bonus untuk penacapaian target.

    dani(h_hamdani212@yahoo.co.id)

    ReplyDelete
  16. Professional Merketer akan menjadi cost selama pengeluaran yang berhubungan dengan dirinya dapat di tutupi oleh penghasilan yang dia berikan untuk perusahaan, oleh karenanya biasanya Professional Marketer seperti itu menggunakan target.

    Semisal contoh di perusahaan saya yang bergerak di bidan travel, dimana konsultan travelnya akan memperoleh gaji tetap diluar bonus mana kala dalam satu bulan dapat menghasilkan angka tertentu, tapi mana kala dia tidak bisa menghasilkan angka tertentu maka ia hanya mendapatkan komisi dari jumlah yang dia hasilkan.

    Dengan menggunakan penerapan seperti ini maka keberadaan professional marketer tetap akan dianggap cost bukan expense

    Email : landy_akbar@yahoo.com

    ReplyDelete
  17. Pagi Pak Putra,

    Menurut saya pengeluaran atas "Young Lady" di atas termasuk "cost" karena beliau bekerja di perusahaan yang saya miliki diamana pekerjaan yang dilakukan akan memberikan efek bagi perusahaan saya, entah itu efek yang positif maupun negatif.

    Terima kasih,
    Dedy Limanto
    limanto_d@yahoo.com

    ReplyDelete
  18. menurut saya tergantung dari jenis pengeluaran untuk si marketer tersebut, apabila biaya yang harus dikeluarkan itu untuk entertain si marketer maka pengakuannya dapat dikategorikan expense karena hanya merupakan tunjangan dimana kita tidak dapat cash kembali..dan sebaliknya apabila biaya yang kita harus keluarkan itu ada hubungannya dengan pekerjaan dia maka dianggap cost/COGS karena nantinya atas jasa tersebut kita dapat cash kembali melalui penjualan..pendapat saya ini untuk perusahaan jasa..
    Sedangkan untuk perusahaan dagang/manufaktur biaya atas si marketer tersebut murni expense yang bisa kita kategorikan professional fee karena tidak ada hubungannya dengan produksi
    e-mail : vi_ferry07@yahoo.com

    ReplyDelete
  19. Okay.... terimakasih anda telah berpartisipasi.

    Pukul 13:00 WIB sudah. So, contest is closed. Pemenang akan di umumkan pukul 15:00 WIB nanti.

    Talk to you again on 13:00 PM

    Putra

    ReplyDelete
  20. Saya langsung saja karna waktu kontesnya udah habis. Soalnya baru hari ini saya 'menemukan' blog Pak Putra ini.

    Saya pikir pengeluaran untuk seorang professional marketer adalah contoh "pengeluaran baik" menurut RTK.

    Jika mengacu pada penjelasan Pak Putra di atas, maka jelas itu pengeluaran itu termasuk dalam Expense. Alasannya sederhana karena itu dipakai oleh dan untuk "diri sendiri".

    Tapi setelah dipikir-pikir, alasan saya itu terangkum dari contoh 1 dan 2. Jika menganalisa contoh 3 mengenai piano, maka akan menjadi Cost. Piano disitu adalah "alat penambah nilai" bagi pianis. Sama halnya dengan seorang professional marketer yang digunakan sebagai "alat penambah nilai" perusahaan (Ini semua jika professional marketer itu Bukan bagian dari perusahaan).


    Jadi, mohon pembahasan jawaban kontes ini beserta penjelasan Cost vs Expense yang lebih jelas, mungkin dengan contoh kasus sehari-hari.

    Thx.

    Regard,
    Billy
    bgdg_jc@yahoo.com

    ReplyDelete

Feel free to leave a comment :)

Accounting (Akuntansi), Financial (Keuangan) & Taxation (Perpajakan). Didedikasikan bagi mereka yang membutuhkan artikel, tips, Case study, spreadsheet & tools yang bersifat aplikatif.


Google
 

K A T E G O R I

Account Receivable (4) Accounting (93) Accounting Case Study (15) Accounting Certification (1) Accounting Contest (1) Accounting For Manager (4) Accounting Software (2) Acquisition (5) Advance accounting (6) Aktiva Tetap (16) Akuisisi (5) Akuntansi Biaya (3) Akuntansi Dasar (2) Akuntansi Management (4) Akuntansi Pajak (9) Akuntansi Translasi (2) Announcement (6) archiving (1) ARTICLES (4) ARTIKEL (91) Audit Kinerja (1) Auditing (3) Balance sheet (1) Bank (1) Basic Accounting (1) Bea Cukai (4) Bea Masuk (7) Calculator (2) Capital (1) Career (2) Cash (1) Cash Flow (3) Certification (1) COGS (11) Contest (1) Cost (18) Cost Analysis (12) CPA (2) CPA EXAM (1) Credit (1) Credit Policy (1) Current Asset (1) Data (1) Discount (1) Diskon (1) Duty (1) Expense (4) Export - Import (15) FASB (1) Finance (8) FINANCIAL (16) Financial Control (10) Foreign Exchange Rate (1) Form (2) FOTO (1) FRAUD (2) Free Download (9) Freebies (6) GAAP (1) GAJI (3) Garansi (1) Gift (1) Goodwill (1) Hotel (1) IFRS (1) Import (5) Import Duty (7) International Accounting (1) Investasi (1) Job Vacant (1) Kas (6) Kas Bank (3) Kas Kecil (1) Kasus Akuntansi (3) Kasus Legal (2) Kasus Pajak (6) Keuangan (3) Komentar (1) Konsolidasi (4) Laba-Rugi (1) Lain-lain (15) LANDING COST (1) Laporan Arus Kas (2) Laporan Keuangan (9) Lean Accounting (1) Lean Concept (1) Lean Manufacturing (1) Legal (1) Lowongan Kerja Accounting (2) MA Accounting (3) Management Accounting (5) Merger (4) Miscellaneous (2) Modal (1) neraca (1) PAJAK (24) payroll (1) Pembelian (2) Pemberitahuan (3) Pendapatan (2) Pengakuan Pendapatan (1) Pengarsipan (1) Pengendalian (6) Pengendalian Keuangan (15) PENGGELAPAN (1) Penjualan (1) Perlakuan akuntansi (2) Petty Cash (1) PHOTO (1) Piutang (1) PPH PASAL 21 (11) PPh Pasal 22 (3) PPh Pasal 26 (2) PPn (2) PPn Import (5) Professi Akuntan (1) Profit-Lost (1) PURCHASE (2) Quiz (1) Rabat (1) Rebate (1) Retur (1) Return (1) Revenue (4) Review (1) Sales (2) SERIE ARTIKEL (1) Sertifikasi (1) Shareholder (1) Shipping Agent (1) Shipping Charge (1) Soal dan Jawaban CPA (1) SPI (1) Spreadsheet Accounting (5) Spreadsheet Gratis (4) system pengendalian (1) system pengendalian gaji (1) Taxation (18) Template (2) Tip n Tricks (4) TIPS AND TRICKS (38) Tools (8) Tutup Buku (1) Ujian CPA (1) UPAH (3) update situs (2) USAP (2) Utilities (1) Video Tutor (1) warranty (1) What Is New (7)

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Mengapa perlu men-subscribe ?
Dengan men-subscribe, anda akan menerima pemberitahuan setiap kali ada update terbaru (artikel, tips, free download template, files, dll) dari ACCOUNTING, FINANCE & TAXATION langsung di INBOX e-mail anda.
Bagaimana caranya mensubscribe ?=> Ketik e-mail address anda (pada kolom yang disediakan diatas)=> Klik tombol "subscribe"=> Setelah men-klik tombol subscribe, akan muncul window (halaman) baru=> Pada halaman baru tersebut, masukkan kode validasi yang disediakan=> Klik tombol "subscribe"=> Masuk ke inbox email anda, lalu klik link verifikasi yang disediakan=> Selesai