Pages

Pemberitahuan

Update dan postingan baru dari blog ini bisa anda temukan di Accounting-Financial-Tax.com. Di situs yang baru ini makin banyak topik di bahas, berbagai accounting standard, concept dan contoh kasus yang bervariasi. Dengn ciri khas yang sama: detail, mendalam, dan practical. Diupdate setiap hari, termasuk perkembangan terkini dari international accounting standard [IAS], International Financial Reporting Standard [IFRS], GAAP Codification [ASC], Auditing Standard, dll. Dan, semuanya disajikan dengan interface yang lebih user friendly, clear navigation yang mengkaitkan antara satu topic dengan topic lain, dengan tingkat accuracy yang selalu dievaluasi dari waktu ke waktu.

"Accounting theories and concept" adalah penting, akan tetapi apalah artinya concept dan theory jika tidak diwujudkan dalam tingkatan implementasi.

Per 2011, saya juga aktif menulis di JurnalAkuntansiKeuangan.com yang di launch baru-baru ini, meskipun tak cukup sering.

Jan 29, 2008

CONTOH KASUS AKUNTANSI - 1

Halaman ini saya khususkan untuk membahas KASUS-KASUS AKUNTANSI yang telah masuk ke dalam e-mail saya. Adapaun kasus-kasus yang diangkat dihalaman ini adalah kasus-kasus akuntansi dalam tataran pelaksanaannya di lapangan kerja. Kasusnya bervariasi, mulai dari cara memposting sehar-hari sampai pada translasi mata uang asing.


Dasar Pertimbangan & Tujuan

Saya pikir, sangat mungkin rekan-rekan yang lain mengalami kasus yang serupa atau bahkan sama. Di sisi lainnya, saya menyadari sepenuhnya, tidak ada manusia yang sempurna. Setiap individu membutuhkan individu yang lain untuk saling berbagai, melengkapi, dan saling mendukung. Ini bisa kita jadikan sebagai bahan pembelajaran untuk menempa diri guna bisa meningkat kualitas diri kita termasuk mentalitas.

Dengan diangkatnya beberapa kasus ini, saya berharap :

1). Agar jika ada rekan-rekan lain yang mengalami kasus yang serupa, bisa mendapat gambaran (jika tidak jawaban) dengan melihat contoh kasus yang sudah ada.

2). Meskipun tentu saja saya berupaya untuk bisa membantu secara maksimal, akan tetapi sangat mungkin ada diantara rekan-rekan yang lain yang lebih memahami kasus tertentu (mungkin sudah pernah menyelesaikannya), saya berharap rekan-rekan berkenan membaginya disini. Entah itu yang bersifat melengkapi, menambahkan atau bahkan memiliki pandangan yang berbeda. Dengan demikian, maka secara tidak langsung akan membantu rekan yang bertanya memperoleh pemahaman yang jelas, lebih luas, lengkap dan mendalam.

Karena ini diangkat dari kasus-kasus perseorangan, untuk kemudian dipublikasikan yang mungkin akan dibaca oleh banyak orang, maka demi menghormati privacy, saya sengaja tidak menyebutkan nama secara lengkap, dan e-mail address tidak saya tampilkan. Tidak semua kasus saya angkat, tetapi jika ada rekan-rekan yang ingin kasusnya diangkat disini, bisa meminta langsung kepada saya untuk dipublikasikan.

Untuk menghindari overload, kasus akan diangkat secara bertahap, judulnya akan sama, hanya saja akan diberi angka dibelakangnya sebagai tanda, dan akan diberi label “Kasus Akuntansi”

Langsung saja ke kasus-kasusnya :

Kasus – 1 : ARUS KAS (CASH FLOW)

Dari : Am B

Hallo Bapak Putra,Salam kenal, secara kebetulan saya mampir ke blog Bapak waktu cari cara bikin cash flow. Ada yg mau saya tanyakan, mengapa waktu saya bikin direct and indirect cash flow angkanya tidak sama, padahal menurut teori2 yang saya baca, seharusnya saldo operating, investing dan financing sama walaupun berbeda pos2 cash flownya. Bagaimana saya tahu mana yang benar dan mana yg salah? Indirect atau Direct? atau mungkin malah dua2nya salah. Mohon bantuannya karena saya baru belajar.
Jawaban :

Memakai metode apapun (direct/indirect) hasilnya seharusnya sama saja. Jika sampai hasilnya berbeda, berarti ada yang salah. Saya juga tidak tahu dimana letak salahnya (karena saya tidak melihatnya). Potensi kesalahan bisa terjadi dimetode apa saja saja (ditahapan mana saja), tetapi biasanya kesalahan terjadi pada :

(1) Pengklasifikasian transaksi-transaksi ke dalam jenis cash activity (operating, investing or financing). Cobalah periksa pengklasifikasiannya, apakah sudah konsisten ?.

Misalnya :

Saat membuat direct method, pembelian sparepart dimasukkan ke dalam aktivitas investasi karena dianggap membeli aktiva, sedangkan di indirect method pembelian sparepart digolongkan ke dalam biaya pemeliharaan, biaya pemeliharaan masuk ke dalam aktivitas operasi bukan?.

(2) Penentuan aktivitas tahun berjalan yang tidak akurat pada metode indirect method.

Misalnya :

jika ada pelunasan piutang, maka piutang jadi berkurang bukan ?, tetapi kas juga dianggap berkurang, padahal berbanding terbalik, seharusnya kas bertambah.

Silahkan diperiksa kembali laporannya. Mudah-mudahan bisa di identifikasi dimana letak perbedaannya, sehingga bisa dikoreksi.


Kasus-2 : MULTI CURRENCY

Dari : Ag. S

Selamat sore pak, saya ingin menanyakan tentang pembuatan laporan keuangan dengan multi currency. Sebenarnya yang dimaksud dengan multi currency itu apa? Sedikit informasi untuk bapak ketahui bahwa saya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang sub-kontraktor Telekomunikasi, sebagian gaji dibayarkan dengan USD dan kadang bila dana di bank IDR tidak cukup untuk pengeluaran biaya operasional maka akan ditarik sejumlah dana dari bank USD untuk memenuhi dana IDR tersebut.

Jawaban :

Sebuah perusahaan dikatakan menggunakan "Multi currency" apabila dalam opersionalnya perusahaan menggunakan dua jenis mata uang yang berbeda. Meskipun dalam penyajian laporan keuangannya perusahaan tetap harus memilih menggunakan salah satu jenis mata uang saja.

Dari contoh yang disampaikan, berarti perusahaan menggunakan multi currency, dan saya yakin perusahaan menggunakan mata uang IDR dalam laporan keuangannya.

Atas penggunaan mata uang asing (USD), baik dalam bukti transaksi maupun dalam catatan perusahaan hendaknya di convert ke dalam Rupiah.

Contoh :
Pada tanggal 31 Januati 2008 perusahaan membayar gaji Mr. X sebesar USD 750.00, kurs pada saat itu 1 USD = 9450, atas transaksi ini, tina harus membuat bukti pengeluaran kas bukan ?, entah itu berupa kwitansi atau voucher pengeluaran kas yang di cetak sendiri. Buatlah konversi di atas kertas bukti pengeluaran kas tsb sbb :

USD 750,00
X-rate : 9450
Rp 7,087,500,-

Pada BUKU BANK REK USD, buatlah kolom untuk mata uang USD, X-RATE & RUPIAHNYA

Demikian juga untuk jenis2 transaksi lain. Lakukan hal yang sama. Sehingga dari setiap account bisa diperoleh saldo buku besar dalam mata uang rupiah saja. Jika sudah begitu, maka laporan keuangan akan kita peroleh dalam single currency saja, yaitu IDR. Jika tina mau mengetahui lebih dalam mengenai multi currency, tina bisa baca artikel saya mengenai translasi mata uang asing.

Akan tetapi, saya lebih merekomendasikan methode yg saya berikan di atas, sederhana, mudah dipahami dan tetap menghasilkan laporan yang akurat dan accountable.

Jika kebetulan semuanya sudah dalam bentuk laporan keuangan, maka harus ditranslasikan dengan menggunakan metode tertentu. Mengenai metode translasi silahkan baca artikel saya mengenai TRANSLASI MATA UANG ASING.

6 comments:

  1. Dear Pak Putra,

    Salam kenal. Saya pembaca pemula blog ini. Ingin bertanya masalah laporan keuangan.

    Setiap bulan saya diharuskan membuat laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari Laporan Laba-Rugi dan Neraca, laporan yang dibutuhkan oleh Direksi dari saya adalah laporan perubahan modal kerja, laporan yang berhubungan dengan aktiva lancar terdiri dari jumlah kas/bank, stok akhir barang siap jual dan hutang lancar.
    Setiap bulan dari laporan Laba-Rugi, nett profitnya disetorkan kepada Direksi/pemilik modal.
    Modal kerja Misalkan per 31 Maret Rp1 milyar, ternyata per 30 April berubah misalkan menjadi 1,02 milyar, atau pernah juga kurang dari Rp1 milyar. Direksi/pemilik modal selalu bertanya kenapa modal kerja selalu naik turun dari Rp1 milyar?
    saya pelajari setiap transaksi tetapi tidak menemukan kenapa terjadi naik turun dari Rp1 milyar tersebut.

    Bisakah Pak Putra membantu saya kenapa sebabnya terjadi ada kenaikan/penurunan jumlah modal kerja?

    Terima kasih atas jawabannya.

    zumi

    ReplyDelete
  2. To: Zumi

    Modal itu bisa berubah hanya karena 2 penyebab:

    [a]. Karena adanya "tambahan setoran modal".

    Dalam hal ini modal akan bertambah. Jika badan usahanya berbentuk Perseroan Terbatas (PT), seharusnya ada "akte perubahan atas penambahan modal".


    [b]. Karena adanya penarikan modal.

    Dalam hal ini modal akan berkurang. Hal ini bisa terjadi jika ada salah satu sekutu mengundurkan diri, entah karena kemauannya sendiri atau karena meninggal dunia.

    Jika salah satu atau kedua jenis transaksi di atas terjadi, maka modal akan berubah. Dan itu dicerminkan (dibuatkan) "Laporan Perubahan Modal".

    Di luar 2 jenis transaksi di atas, ideally modal seharusnya tidak berubah.

    Apakah laba mempengaruhi modal?.

    Pada saat penutupan buku di akhir periode, laba di tutup ke rekening "laba ditahan" pada Neraca. Rekening "Laba Ditahan (retained earning)" termasuk kelompok "equity", tetapi biasanya terpisah dari rekening modal.

    Apakah laba ditahan bisa digabung dengan modal? jawabannya bisa apabila laba ditahan tersebut ditanamkan kembali sebagai modal, tentunya setelah dikurangi "dividen".

    Officially, sesuai dengan Undang-undang Perseroan Terbatas, setiap perubahan modal (entah karena laba ditahan ditanamkan kembali sebagai modal, atau karena pemegang saham menambahkan modal) seharusnya disertai dengan RUPS dan akte perubahan modal. Tetapi pada prakteknya PT yang berupa "private enterprise" di Indonesia jarang melakukannya sesuai Undang-undang.

    Demikian penjelasan saya, mudah-mudahan cukup memperjelas.

    Sukses selalu Zumi.

    Salam,
    Putra

    ReplyDelete
  3. Dear Mr.Putra
    Saya ingin Menanyakan hal dasar tentang akuntansi...
    Sebelumnya saya sudah mengirim ke e-mail Anda tapi saya masih bingung
    Yang saya tanyakan adalah:
    1. Mengapa AKTIVA TETAP itu butuh
    Penyusutan?
    2. Apakah pengaruh PERSEDIAAN pada
    Laporan Keuangan?
    3. Apakah pengaruh PIUTANG pada
    Laporan Keuangan?
    NB: Apakah metode penilaian
    Persediaan (Exp:FIFO,LIFO)&
    Penghapusan PIUTANG punya
    pengaruh khusus

    Saya mohon Penjelasan dari Pak Putra....
    Terima kasih & Salam Sukses

    ReplyDelete
  4. halo
    salam kenal
    saya ivan mahasiswa unpad
    bolehkah saya meminta contoh soal+jawaban cash flows direct dan indirect method sebagai bahan untuk dipelajari?
    jika diperkenankan mohon dikirim ke email saya
    ivan_ap_riana@yahoo.com

    ReplyDelete
  5. halo
    salam kenal
    sy mita. sy bingung mengenai hubungan antara rekening koran, HPP, rugi laba, n neraca. misalkan ada kasus sbb :
    transasksi pembelian bahan baku dibayarkan pada tgl 31 maret, tetapi pada rekening koran bank transaksi tsb masuk pada bulan berikutnya. sy ingin membuat laporan rugi laba n neraca mengikuti transaksi yg tercatat pd rekening koran bank.
    1. bgmn dg pembuatan HPP, apakah transaksi tsb masuk pada bulan berikutnya?padahal bahan tsb telah digunakan dlm proses produksi sejak 25 maret. sy coba tidak memasukkan transaksi ini, tp hasilnya HPP sy minus, otomatis mempengaruhi lap rugi laba n neraca.
    2. bgmn dg pembuatan neraca, apakan dimasukkan dalam hutang usaha?
    maaf krn sy masih sangat awam di bidang akuntansi. apakah bisa jk jawabannya dikirim ke email sy?makasih
    ednapramita@yahoo.com

    ReplyDelete
  6. Dear Mr.Putra
    Saya ingin mngetahui jwban bapak trhadap pertanyaan yang diajukan oleh AlexPama karena saya pun macih bingung mengenai hal tersebut.
    termakasih...

    aya ^^

    ReplyDelete

Feel free to leave a comment :)

Accounting (Akuntansi), Financial (Keuangan) & Taxation (Perpajakan). Didedikasikan bagi mereka yang membutuhkan artikel, tips, Case study, spreadsheet & tools yang bersifat aplikatif.


Google
 

K A T E G O R I

Account Receivable (4) Accounting (93) Accounting Case Study (15) Accounting Certification (1) Accounting Contest (1) Accounting For Manager (4) Accounting Software (2) Acquisition (5) Advance accounting (6) Aktiva Tetap (16) Akuisisi (5) Akuntansi Biaya (3) Akuntansi Dasar (2) Akuntansi Management (4) Akuntansi Pajak (9) Akuntansi Translasi (2) Announcement (6) archiving (1) ARTICLES (4) ARTIKEL (91) Audit Kinerja (1) Auditing (3) Balance sheet (1) Bank (1) Basic Accounting (1) Bea Cukai (4) Bea Masuk (7) Calculator (2) Capital (1) Career (2) Cash (1) Cash Flow (3) Certification (1) COGS (11) Contest (1) Cost (18) Cost Analysis (12) CPA (2) CPA EXAM (1) Credit (1) Credit Policy (1) Current Asset (1) Data (1) Discount (1) Diskon (1) Duty (1) Expense (4) Export - Import (15) FASB (1) Finance (8) FINANCIAL (16) Financial Control (10) Foreign Exchange Rate (1) Form (2) FOTO (1) FRAUD (2) Free Download (9) Freebies (6) GAAP (1) GAJI (3) Garansi (1) Gift (1) Goodwill (1) Hotel (1) IFRS (1) Import (5) Import Duty (7) International Accounting (1) Investasi (1) Job Vacant (1) Kas (6) Kas Bank (3) Kas Kecil (1) Kasus Akuntansi (3) Kasus Legal (2) Kasus Pajak (6) Keuangan (3) Komentar (1) Konsolidasi (4) Laba-Rugi (1) Lain-lain (15) LANDING COST (1) Laporan Arus Kas (2) Laporan Keuangan (9) Lean Accounting (1) Lean Concept (1) Lean Manufacturing (1) Legal (1) Lowongan Kerja Accounting (2) MA Accounting (3) Management Accounting (5) Merger (4) Miscellaneous (2) Modal (1) neraca (1) PAJAK (24) payroll (1) Pembelian (2) Pemberitahuan (3) Pendapatan (2) Pengakuan Pendapatan (1) Pengarsipan (1) Pengendalian (6) Pengendalian Keuangan (15) PENGGELAPAN (1) Penjualan (1) Perlakuan akuntansi (2) Petty Cash (1) PHOTO (1) Piutang (1) PPH PASAL 21 (11) PPh Pasal 22 (3) PPh Pasal 26 (2) PPn (2) PPn Import (5) Professi Akuntan (1) Profit-Lost (1) PURCHASE (2) Quiz (1) Rabat (1) Rebate (1) Retur (1) Return (1) Revenue (4) Review (1) Sales (2) SERIE ARTIKEL (1) Sertifikasi (1) Shareholder (1) Shipping Agent (1) Shipping Charge (1) Soal dan Jawaban CPA (1) SPI (1) Spreadsheet Accounting (5) Spreadsheet Gratis (4) system pengendalian (1) system pengendalian gaji (1) Taxation (18) Template (2) Tip n Tricks (4) TIPS AND TRICKS (38) Tools (8) Tutup Buku (1) Ujian CPA (1) UPAH (3) update situs (2) USAP (2) Utilities (1) Video Tutor (1) warranty (1) What Is New (7)

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Mengapa perlu men-subscribe ?
Dengan men-subscribe, anda akan menerima pemberitahuan setiap kali ada update terbaru (artikel, tips, free download template, files, dll) dari ACCOUNTING, FINANCE & TAXATION langsung di INBOX e-mail anda.
Bagaimana caranya mensubscribe ?=> Ketik e-mail address anda (pada kolom yang disediakan diatas)=> Klik tombol "subscribe"=> Setelah men-klik tombol subscribe, akan muncul window (halaman) baru=> Pada halaman baru tersebut, masukkan kode validasi yang disediakan=> Klik tombol "subscribe"=> Masuk ke inbox email anda, lalu klik link verifikasi yang disediakan=> Selesai