Pages

Pemberitahuan

Update dan postingan baru dari blog ini bisa anda temukan di Accounting-Financial-Tax.com. Di situs yang baru ini makin banyak topik di bahas, berbagai accounting standard, concept dan contoh kasus yang bervariasi. Dengn ciri khas yang sama: detail, mendalam, dan practical. Diupdate setiap hari, termasuk perkembangan terkini dari international accounting standard [IAS], International Financial Reporting Standard [IFRS], GAAP Codification [ASC], Auditing Standard, dll. Dan, semuanya disajikan dengan interface yang lebih user friendly, clear navigation yang mengkaitkan antara satu topic dengan topic lain, dengan tingkat accuracy yang selalu dievaluasi dari waktu ke waktu.

"Accounting theories and concept" adalah penting, akan tetapi apalah artinya concept dan theory jika tidak diwujudkan dalam tingkatan implementasi.

Per 2011, saya juga aktif menulis di JurnalAkuntansiKeuangan.com yang di launch baru-baru ini, meskipun tak cukup sering.

Apr 29, 2008

STANDARD COST, VARIANCE - Part 2

Kita akan explore lebih jauh lagi mengenai STANDARD COST , VARIANCE dan EFFISIENSI. Di wilayah mana lagi standard cost diterapkan dan kemungkinan variance timbul akan timbul?, Bagaimana perlakuannya?.

Masih memakai contoh product dasi yang kita pakai di Standard Cost, Variance & Effisiensi Part 1. Untuk mengingat kembali dan supaya tidak bolak balik mencarinya, tabel standard cost-nya saya tampilkan lagi dibawah ini:


Kemungkinan perbedaan (variance) bisa terjadi pada jumlah (quantity) raw material yang dipakai maupun di wilayah dan aktivitas lainnya.

Kasus:

Setelah product “Dasi (Tie)” selesai di kerjakan, barang dihitung, dan hasilnya:
- Barang Jadi yang dihasilkan 1750 pcs
- Hasil rekapitulasi upah buruh Rp 11,000,000
- Penggunaan listrik Rp 656,250

Hal itu juga ditunjukkan oleh nota serah terima dari bagian produksi ke gudang penyimpanan barang jadi yang sudah di validasi, Rekapitulasi upah buruh dan tagihan listrik.

Lalu?

Data tersebut dibandingkan dengan tabel standard cost:

[1]. Penggunaan raw material

Menurut tabel standard cost dari 3000 meters material yang dipakai seharusnya bisa menghasilkan product dasi sebanyak 2000 pcs, kenyataannya barang yang dihasilkan hanya sebanyak 1750 pcs. Artinya ada perbedaan sebanyak 50 pcs.

Perbedaan penggunaan raw material dihitungn dengan cara:

Raw Materal Usage Variance = 50 pcs x 0.15 x 25,000 = Rp 187,500


[2]. Direct Labor Cost

Dengan jumlah barang yang dihasilkan yang hanya sebanyak 1750 pcs dimana time required per unit product-nya adalah 0.25 hour, maka total hournya hanya 437.50 hours, so total upah buruh seharunya Rp 5,495 x 437.5 hours = Rp 10,937,500. Sedangkan kenyataannya Rp 11,000,000, jadi ada selisih sebesar Rp 11,000,000 – Rp 10,937,500 = Rp 62,500.


[3]. Electricity Usage

Menurut tabel standard cost listrik yang seharusnya dipergunakan dihitung dengan cara:

1750 pcs x 0.25 hours x Rp 1,500 = Rp 656,250, berarti tidak ada variance pada penggunaan listrik.


Kita sudah mendapatkan semua angka variance. Setelah semua di verifikasi dengan semestinya, selanjutnya tinggal menjurnalnya.

Ada beberapa jurnal yang diperlukan, yaitu :

(a). Pengakuan terhadap pengeluaran kain dari gudang ke bagian produksi

[Debit]. Work In Process (WIP) - Raw Materials = Rp 75,000,000
[Credit]. Raw Materials = Rp 75,000,000

(Catatan: Diakui sebesar Standard Cost-nya = 3000 meters x Rp 25,000)

(b). Pengakuan pengeluaran kas atas upah buruh

[Debit]. Work In Process (WIP) – Direct Labour Cost = Rp 10,937,500
[Credit]. Cash = Rp 10,937,500

(c). Pengakuan pengeluaran kas atas pembayaran listrik

[Debit]. Work In Process (WIP) – Overhead = Rp 656,250
[Credit]. Cash = Rp 656,250


Catatan: sampai di sini, ada beberapa hal yang perlu saya jelaskan:
* Jurnal di atas dipakai untuk perusahaan manufaktur yang mengakui adanya persediaan barang dalam process (work in process inventory).
* Dalam kasus ini diakui sebesar standard cost-nya.

(d). Mengakui kenaikan penambahan nilai inventory (finished goods) atas penyerahan barang jadi ke gudang:

[Debit]. Inventory (Finished Goods) = Rp 86,343,750
[Debit]. Raw Material Usage Variance = Rp 187,500
[Debit]. Direct Labour Cost Variance = Rp 62,500

[Credit]. WIP –Raw Material = Rp 75,000,000
[Credit]. WIP – Direct Labour Cost = Rp 10,937,500
[Credit]. WIP – Overhead (electricity) = Rp 656,250

Catatan:

Sekali lagi, jurnal di atas dipakai jika perusahaan mengakui adanya persediaan barang dalam proses (WIP = Wor In Process)

Jika tidak, bisa dijurnal dengan 1 tahap saja (tanpa melalui rekening barang dalam process):

[Debit]. Inventory (Finished Goods) = Rp 86,343,750
[Debit]. Raw Material Usage Variance = Rp 187,500
[Debit]. Direct Labour Cost Variance = Rp 62,500

[Credit]. Raw Material = Rp 75,000,000
[Credit]. Cash = Rp 10,937,500
[Credit]. Cash = Rp 656,250


Pengendalian Cost

Dari semua transaksi tadi, kita menemukan adanya variance sejumlah Rp 187,500 akibat pemborosan (in-efficiency) dalam penggunaan bahan baku, entah karena ada barang rusak atau memang kenyataan consumption-nya lebih besar dari 0.15 meters. Variance juga timbul pada total hour yang dipergunakan dalam menyelesaikan pekerjaan, sehingga upah buruh membengkak sebesar Rp 62,500. Kasus seperti ini hendaknya mendapat perhatian yang serius dari pihak manajemen, terutama yang bertugas melakukan pengawasan (pengendalian). Tentu saja melalui verifikasi yang cukup, agar ditemukan letak masalahnya.

Apa kemungkinan penyebabnya? Ada beberapa kemungkinan:

[-]. Variance pada penerimaan raw material (harga lebih tinggi dari standard cost):

Bisa jadi karena harga raw material memang meningkat (inflasi). Jika saja; supplies contract, dan price quotation atas semua jenis supplies rutin di-review dan di-update regularly, seharusnya hal seperti tidak perlu terjadi.

Kemungkinan kedua adalah “fraud (penyelewengan)” yang dilakukan oleh pihak intern perusahaan.

[-]. Variance pada Raw material usage :

Bisa jadi penghitungan consumption sebelum dituangkan ke dalam budget dan standard cost tidak dilakukan dengan akurat. Atau memang banyak terjadi kesalahan pada saat proses produksi.

[-]. Variance pada Direct Labour Cost:

Bisa jadi karena time motion test (penghitungan jam mesin/tenaga kerja) tidak dilakukan dengan akurat, sehingga data yang dimasukkan ke dalam budget dan standard cost juga tidak akurat. Atau karena pada produktifitas tenaga kerja dan mesin memang menurun (in-effisensi), entah karena kurang bagusnya production set-up atau karena miss-production management.

Semua itu memerlukan verifikasi, penyidikan dan pembuktian lebih lanjut. Diperlukan follow up. Yang jelas, kemungkinan manapun nantinya yang terjadi seusungguhnya, Jika perusahaan ingin tetap survive dan sehat, maka hal seperti ini tidak boleh ditoleransi. Harus ada pihak yang bertanggung jawab. Sampai saat ini “Funsihment or Reward” approach masih terbukti yang paling effektif untuk melakukan pengendalian.

Pertanyaan terakhir: lalu variance itu akan dikemanakan?, bukankah kita tidak pernah menemui adanya rekening “variance” pada Chart of Account?. Pertanyaan yang sangat bagus. Semua itu akan kita jawan di Standard Cost, Variance & Effisiensi – Part 3.

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave a comment :)

Accounting (Akuntansi), Financial (Keuangan) & Taxation (Perpajakan). Didedikasikan bagi mereka yang membutuhkan artikel, tips, Case study, spreadsheet & tools yang bersifat aplikatif.


Google
 

K A T E G O R I

Account Receivable (4) Accounting (93) Accounting Case Study (15) Accounting Certification (1) Accounting Contest (1) Accounting For Manager (4) Accounting Software (2) Acquisition (5) Advance accounting (6) Aktiva Tetap (16) Akuisisi (5) Akuntansi Biaya (3) Akuntansi Dasar (2) Akuntansi Management (4) Akuntansi Pajak (9) Akuntansi Translasi (2) Announcement (6) archiving (1) ARTICLES (4) ARTIKEL (91) Audit Kinerja (1) Auditing (3) Balance sheet (1) Bank (1) Basic Accounting (1) Bea Cukai (4) Bea Masuk (7) Calculator (2) Capital (1) Career (2) Cash (1) Cash Flow (3) Certification (1) COGS (11) Contest (1) Cost (18) Cost Analysis (12) CPA (2) CPA EXAM (1) Credit (1) Credit Policy (1) Current Asset (1) Data (1) Discount (1) Diskon (1) Duty (1) Expense (4) Export - Import (15) FASB (1) Finance (8) FINANCIAL (16) Financial Control (10) Foreign Exchange Rate (1) Form (2) FOTO (1) FRAUD (2) Free Download (9) Freebies (6) GAAP (1) GAJI (3) Garansi (1) Gift (1) Goodwill (1) Hotel (1) IFRS (1) Import (5) Import Duty (7) International Accounting (1) Investasi (1) Job Vacant (1) Kas (6) Kas Bank (3) Kas Kecil (1) Kasus Akuntansi (3) Kasus Legal (2) Kasus Pajak (6) Keuangan (3) Komentar (1) Konsolidasi (4) Laba-Rugi (1) Lain-lain (15) LANDING COST (1) Laporan Arus Kas (2) Laporan Keuangan (9) Lean Accounting (1) Lean Concept (1) Lean Manufacturing (1) Legal (1) Lowongan Kerja Accounting (2) MA Accounting (3) Management Accounting (5) Merger (4) Miscellaneous (2) Modal (1) neraca (1) PAJAK (24) payroll (1) Pembelian (2) Pemberitahuan (3) Pendapatan (2) Pengakuan Pendapatan (1) Pengarsipan (1) Pengendalian (6) Pengendalian Keuangan (15) PENGGELAPAN (1) Penjualan (1) Perlakuan akuntansi (2) Petty Cash (1) PHOTO (1) Piutang (1) PPH PASAL 21 (11) PPh Pasal 22 (3) PPh Pasal 26 (2) PPn (2) PPn Import (5) Professi Akuntan (1) Profit-Lost (1) PURCHASE (2) Quiz (1) Rabat (1) Rebate (1) Retur (1) Return (1) Revenue (4) Review (1) Sales (2) SERIE ARTIKEL (1) Sertifikasi (1) Shareholder (1) Shipping Agent (1) Shipping Charge (1) Soal dan Jawaban CPA (1) SPI (1) Spreadsheet Accounting (5) Spreadsheet Gratis (4) system pengendalian (1) system pengendalian gaji (1) Taxation (18) Template (2) Tip n Tricks (4) TIPS AND TRICKS (38) Tools (8) Tutup Buku (1) Ujian CPA (1) UPAH (3) update situs (2) USAP (2) Utilities (1) Video Tutor (1) warranty (1) What Is New (7)

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Mengapa perlu men-subscribe ?
Dengan men-subscribe, anda akan menerima pemberitahuan setiap kali ada update terbaru (artikel, tips, free download template, files, dll) dari ACCOUNTING, FINANCE & TAXATION langsung di INBOX e-mail anda.
Bagaimana caranya mensubscribe ?=> Ketik e-mail address anda (pada kolom yang disediakan diatas)=> Klik tombol "subscribe"=> Setelah men-klik tombol subscribe, akan muncul window (halaman) baru=> Pada halaman baru tersebut, masukkan kode validasi yang disediakan=> Klik tombol "subscribe"=> Masuk ke inbox email anda, lalu klik link verifikasi yang disediakan=> Selesai