Pages

Pemberitahuan

Update dan postingan baru dari blog ini bisa anda temukan di Accounting-Financial-Tax.com. Di situs yang baru ini makin banyak topik di bahas, berbagai accounting standard, concept dan contoh kasus yang bervariasi. Dengn ciri khas yang sama: detail, mendalam, dan practical. Diupdate setiap hari, termasuk perkembangan terkini dari international accounting standard [IAS], International Financial Reporting Standard [IFRS], GAAP Codification [ASC], Auditing Standard, dll. Dan, semuanya disajikan dengan interface yang lebih user friendly, clear navigation yang mengkaitkan antara satu topic dengan topic lain, dengan tingkat accuracy yang selalu dievaluasi dari waktu ke waktu.

"Accounting theories and concept" adalah penting, akan tetapi apalah artinya concept dan theory jika tidak diwujudkan dalam tingkatan implementasi.

Per 2011, saya juga aktif menulis di JurnalAkuntansiKeuangan.com yang di launch baru-baru ini, meskipun tak cukup sering.

Dec 8, 2007

PENYUSUTAN AKTIVA TETAP (Depreciation)

Mengenai PENGELUARAN (EXPENDITURES) dalam fase pengunaan aktiva tetap telah dibahas dalam artikel sebelumnya. Pada artikel ini akan dibahas mengenai PENYUSUTAN AKTIVA TETAP (DEPRECIATION).


Penyusutan (Depreciation) merupakan salah satu konsekwensi atas penggunaan aktiva tetap, dimana aktiva tetap akan mengalami ke-aus-an atau penurunan fungsi.


Apa Itu Penyusutan (Depreciation) ?

Logika umum :

Penyusutan (Depreciation) merupakan cadangan yang nantinya digunakan untuk membeli aktiva baru untuk menggantikan aktiva lama yang sudah tidak produktif lagi .

Bandingkan dengan yang dibawah ini ……

Logika Akuntansi :

Penyusutan (Depreciation) adalah Harga Perolehan Aktiva Tetap yang di alokasikan ke dalam Harga Pokok Produksi atau Biaya Operasional akibat penggunaan aktiva tetap tersebut.

atau ;

Cost/Exepenses yang diperhitungkan (dibebankan) dalam Harga Pokok produksi atau biaya operasional akibat pengunaan aktiva di dalam proses produksi dan operasional perusahaan secara umum.

Pencatatan (Jurnal) Atas Penyusutan :

Bentuk Jurnalnya :
[-Debit-]. Depreciation = xxxx
[-Credit-]. Accumulated Depreciation = xxxx

Saat pencatatan :
Biasanya dicatat (dibukukan) pada saat penutupan buku (entah : akhir bulan, akhir kwartal, akhir tahun buku).

Besar-nya :
Dicatat sebesar nilai penyusutannya, tergantung berbagai faktor (lebih rincinya, lanjutkan ke sub pokok bahasan berikut ini…).


Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Biaya Penyusutan

1. Harga Perolehan (Acquisition Cost)

Harga Perolehan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap biaya penyusutan. Mengenai "Harga Perolehan" telah kita bahas secara rinci pada artikel sebelumnya, yang belum membaca, silahkan [-baca-]

2. Nilai Residu (Salvage Value)

Merupakan taksiran nilai atau potensi arus kas masuk apabila aktiva tersebut dijual pada saat penarikan/penghentian (retirement) aktiva. Nilai residu tidak selalu ada, ada kalanya suatu aktiva tidak memiliki nilai residu karena aktiva tersebut tidak dijual pada masa penarikannya alias di jadikan besi tua, hingga habis terkorosi. Tentu saja ini tidak dianjurkan, alangkah bagusnya jika di daur ulang.

3. Umur Ekonomis Aktiva (Economical Life Time)

Sebagian besar, aktiva tetap memiliki 2 jenis umur, yaitu :

Umur fisik : Umur yang dikaitkan dengan kondisi fisik suatu aktiva. Suatu aktiva dikatakan masih memiliki umur fisik apabila secara fisik aktiva tersebut masih dalam kondisi baik (walaupun mungkin sudah menurun fungsinya).

Umur Fungsional : Umur yang dikaitkan dengan kontribusi aktiva tersebut dalam penggunaanya. Suatu aktiva dikatakan masih memiliki umur fungsional apabila aktiva tersebut masih memberikan kontribusi bagi perusahaan. Walaupun secara fisik suatu aktiva masih dalam kondisi sangat baik, akan tetapi belum tentu masih memiliki umur fungsional. Bisa saja aktiva tersebut tidak difungsikan lagi akibat perubahan model atas produk yang dihasilkan, kondisi ini biasanya terjadi pada aktiva mesin atau peralatan yang dipergunakan untuk membuat suatu produk. Atau aktiva tersebut sudah tidak sesuai dengan jaman (not fashionable), kondisi ini biasanya terjadi pada jenis aktiva yang bersifat dekoratif (misalnya : furniture/mebeler, hiasan dinding, dsb).

Dalam penentuan beban penyusutan, yang dijadikan bahan perhitungan adalah umur fungsional yang biasa dikenal dengan umur ekonomis.

4. Pola Penggunaan Aktiva

Pola penggunaan aktiva berpengaruh terhadap tingkat ke-aus-an aktiva, yang mana untuk mengakomodasi situasi ini biasanya dipergunakan metode penyusutan yang paling sesuai.


Metode-metode Penyusutan (Depreciation Method)

Ada berbagai metode penyusutan, hanya beberapa metode saja yang biasa dipergunakan.

Berikut adalah 2 metode penyusutan yang paling banyak dipergunakan, karena paling mudah dan paling relevan dengan perlakuan akuntansi.


Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Konsep dasarnya :

Metode ini menganggap aktiva tetap akan memberikan kontribusi yang merata (tanpa fluktuasi) disepanjang masa penggunaannya, sehingga aktiva tetap akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang sama dari periode ke periode hingga aktiva diarik dari penggunaannya.

Metode ini termasuk yang paling luas dipakai. Untuk penerapan “Matching Cost Principle”, metode garis lurus dipergunakan untuk menyusutkan aktiva-aktiva yang fungsionalnya tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume produk/jasa yang dihasilkan. Misalnya : bangunan, peralatan kantor.

Formula :

Atau dengan menggunakan rate prosentase, dengan formula :

Contoh Kasus :

Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 1 Januari 2007 dengan harga Rp 8,000,000 ditaksir memiliki umur ekonomis 8 tahun, dan apabila nanti ditarik diperkirakan besi tuanya dapat dijual seharga Rp 150,000. Tambahan informasi : Perusahaan menggunakan metode garis lurus.

Beban penyusutan untuk tahun 2007, dihitungan dengan cara :

Depreciation Cost = 12/12 x [(Rp 8,000,000–150,000) : 8] = Rp 981,250,-

Jika aktiva tetap tersebut diperoleh pada tanggal 05 Pebruari 2007, maka dihitung dengan cara = 11/12 x [(Rp 8,000,000 – 150,000) : 8]

Jika diperoleh pada tanggal 20 Pebruari 2007, maka dihitung 10/12 x [(Rp 8,000,000 – 150,000) : 8]

…….dan seterusnya

Jika tanpa nilai residu, maka variable nilai residu tidak diperhitungkan (lihat formula di atas).

Atas pembebanan penyusutan ini dicatat sebagai berikut :

[-Debit-]. Depreciation = Rp 981,250,-
[-Credit-]. Accumulated Depreciation = Rp 981,250,-

Jika aktiva tersebut diperoleh di awal tahun (01~14 Januari), maka tabel “Jadwal Penyusutan Aktiva ” selama umur ekonomisnya, akan menjadi sebagai berikut :



Bandingkan kedua tabel di atas : Bagian mana yang berbeda ?.

Pada tabel pertama (dengan memperkirakan adanya salvage value), di akhir tahun ke-8, terlihat masih ada NILAI BUKU (Book Value) aktiva sebesar Rp 150,000, INILAH YANG DISEBUT NILAI RESIDU (Salvage Value) dimana jika aktiva tersebut dijual pada akhir penggunaannya nanti diperkirakan akan laku seharga Rp 150,000,-. Di sisi lainnya, biaya penyusutan yang dibebankan tidak sepenuhnya Rp 1,000,000 per tahunnya.

Pada tabel kedua (dengan tidak memperkirakan adanya salvage value), pada akhir tahun ke-8, NILAI BUKU (Book Value) benar-benar Nihil (nol), artinya : perusahaan memperkirakan aktiva tersebut tidak akan menghasilkan arus kas (tidak bisa dijual) pada akhir masa penggunaannya nanti. Di sisi lain, penyusutan dibebankan sepenuhnya Rp 1,000,000 setiap tahunnya.


Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)

Konsep Dasarnya :

Aktiva tetap dianggap akan memberikan kontribusi terbesar pada periode diawal-awal masa penggunaanya, dan akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang semakin besar di periode berikutnya seiring dengan semakin berkurangnya umur ekonomis atas aktiva tersebut.

Metode ini sesuai jika dipergunakan untuk jenis aktiva tetap yang tingkat kehausannya tergantung dari volume produk yang dihasilkan, yaitu jenis aktiva mesin produksi.

Formula :

Contoh Kasus :

Mempergunakan contoh kasus sebelumnya.....

Cari "rate penyusutan (d%)" terlebih dahulu, perhatikan perhitungan dibawah :



Dengan menggunakan rate di atas, yaitu sebesar 39%, “Jadwal Penyusutan” menggunakan Declining Balance Method dapat dibuat, seperti dibawah :

Memperhatikan table di atas, dapat dilihat bahwa dengan menggunakan Metode Saldo menurun (Declining Balance Method), salvage value di akhir tahun ke delapanpun hasilnya kurang lebih sama dengan jika menggunakan Metode Garis Lurus (Straight Line Method) yaitu Rp 150,000. Hanya saja, jika kita perhatikan pada kolom “Depreciation (penyusutan) nampak bahwa dengan menggunakan metode Saldo Menurun, harga perolehan yang dialokasikan ke dalam penyusutan (dibebankan pada Harga Pokok Penjualan) dialokasikan sebagian besar pada awal-awal penggunaan aktiva tersebut. Hal ini didasari oleh konsep yang dianut oleh metode ini, dimana suatu aktiva (khusunya mesin produksi) dianggap memberikan best performance diawal-awal penggunaannya.

Jurnal pembebanan penyusutan pada methode ini sama saja dengan metode garis lurus.

Catatan Penting :

Dimungkinkan untuk menggunakan metode yang manapun untuk jenis aktiva yang manapun, yang terpenting :

(-). Metode apapun yang dipergunakan, hendaknya diterapkan secara konsisten.

(-). Jika perusahaan mengganggap perlu melakukan perubahan atas metode penyusutan yang diterapkan, hendaknya dicantumkan dalam penjelasan atas sistem akuntansi yang dipergunakan pada laporan keuangan, disertai dengan alasannya.

25 comments:

  1. sorry gw andre.. kmrn gw sidang ditanyaain ini nech:
    biaya penyusutan kan ga rill ada di perusahaan, mksdnya ga dibayar langsung oleh perusahaan..
    tp knp hrs ada??? menurut u???
    (thank's yaps)

    ReplyDelete
  2. Andre,
    sorry jg neh, pertanyaan anda kurang jelas :p

    Begini....

    Memang penyusutan bukan "on cash based expense" (dlm periode yg sama), dengan kata lain penyusutan bukanlah biaya yang berakibat terhadap arus kas, melainkan biaya yang timbul akibat perolehan (pembelian/pertukaran) atas aktiva tetap di masa(periode) sebelumnya yang baru dibebankan pada periode saat ini. Ini akibat adanya "the matching principle" dlm akuntansi keuangan. Jika saja tidak untuk memenuhi the matching principle tentu semua pengeluaran kas atas pembelian aktiva tersebut diakui sebagai biaya pada saat perolehannya, dan biaya penyusutan tdk pernah exist dalam laporan keuangan.

    ReplyDelete
  3. Siang Pak Putra

    Saya John mau tanya lagi hehehehe
    Dgn metode penyusutan double decline, utk perhitungan penyusutannya apakah hrs diperhatikan jg FY suatu perush? atau umur FA itu saja?
    Misal end FY perush adl Dec, kemudian perush beli FA tgl 31 Jan, perhitungan penyusutan utk tahun berjalan apakah hrs dikalikan 11/12(mengingat FY Dec maka hanya ada 11 bulan tersisa utk depr thn berjalan) atau full perhitungan spt biasa? sebab ini akan mempengaruhi nilai BV di tahun terakhir dimana otomatis yg dihitung 11/12 td msh 1 bln sisa yg hrs di depr n jumlahnya klo saya hitung cukup signifikan

    Terima kasih sebelumnya, mudah2an tdk bingung bacanya

    ReplyDelete
  4. Pak John,
    Saya kurang bisa memahami concept FY dan practice-nya. Anyway.... jika di penutupan buku memang masih ada sisa nilai buku dari FA itu sendiri, tentu harus di carry forward ke Year Book berikutnya, dan dialokasikan di sana. Despite value-nya material/immaterial, kalau penerapan yg murni begitulah seharunya. Dalam implementasinya, tentu tergantung pada kebijakan perusahaan masing2, dalam hal ini; sejauh mana perusahaan (management perusahaan) merasa confident akan hal itu. Jika nilainya immaterial dan perusahaan merasa confident utk menarik-nya, why not. Tapi jika nilainya material dan management tidak merasa cukup confident, tidak ada salahnya jika dialokasikan sekali lagi di year book berikutnya.

    Setidaknya, itu pendapat saya.

    Salam,
    Putra

    ReplyDelete
  5. Halo pak putra

    Pertanyaan saya sangat mendasar bgt ttg aset. Pendidikan saya IT tp saya sdg belajar akuntansi utk menunjang pekerjaan. Pertanyaan saya : apakah penyusutan aset (apapun jenis asetnya) selalu dihitung/dicatat/dijurnal secara tahunan?

    Terimakasih sebelumnya

    Luthfi

    ReplyDelete
  6. Lutfi:

    Jawaban mendasarnya: Tidak. Perhitungan dan penjurnalan penyusutan aktiva tetap maupun amortisasi aktiva tdk berwujud dilakukan setiap kali perusahaan perlu membebankan penyusutan/amortisasi. Biasanay dilakukan menjelang penutupan buku. Jika penutupan buku dilakukan setiap setahun sekali, maka perhitungan dan pernjurnalan juga dilakukan setahun sekali, jika penutupan buku bulanan, maka perhitungan dan penjurnalan juga dilakukan per bulan. Akan tetapi ada kalanya perusahaan perlu membuat laporan keuangan walaupun belum waktunay dilakukan penutupan buku. Dalam kasus seperti itu, maka perhitungan dilakukan hingga tanggal pembuatan laporan keuangan, dan penjurnalan dilakukan pada saat yang sama.

    Mudah-mudahan cukup jelas.

    Putra

    ReplyDelete
  7. Pak Andre, Mohon bantuan referensinya untuk meyakini bahwa pembebanan penyusutan tahun pertama harus dihitung sesuai bulan perolehannya, bagaimana kalau dihitung setahun penuh jadi bebannya merata setiap tahun sepanjang masa manfaatnya (umur ekonomis), secara akuntansi apa salah atau tidak diperbolehkan menghitung tidak sama dengan Anda contohkan ?. Tolong ya pak, terima kasih

    ReplyDelete
  8. Halo Pak Putra

    saya ada tugas neh...
    Carlos mendirikan usaha menjual rmh rangka yi struktur rumah yg bs dipasang sendr o/ konsumen. Carlos membeli rumah rangka dr produsen dlm bentk rakitan. Untuk mendkg ushnya, carlos beli sebdg tanah u/ lokasi gudang persediaan rmh rangka, kantor, n rmh contoh. Rmh cont dignk u/ menarik konsumen n menjeaskan cr merakitnya. Biaya mendrkan rmh cont. adl $30.000, termsk biaya kompnen. Ongkos perakitann n pendirian tdk memerlukan biaya bsr. Tiap 4 th rmh cont dibongkar u/ diganti u/ tipe terbaru. Rmh cont memiliki nilai sisa kecil krn biaya pembongkaran tdk beda jauh dg harga jual kompnen rmh cont yg dibongkar.
    Pertany : 1)Bgmn perlakuan akuntansi yg tepat u/ biaya mendrikan rmh cont, dibebankan pd periode berjln/ mengalokasikan biaya pendirian selm 4 th
    2) Jk cr ke 2 dipilih, mana cr mengamortisasi yg tepat, menurut berlalunya wkt/ berdsrkn jml unit rmh rangka yg terjual. Jelsk

    Tanya jg rujukan PSAK berp?

    Terima kasih

    ReplyDelete
  9. siang pa putra..
    saya mendapat tugas untuk mencari 18 metode perhitungan penyusutan dan yang mana saja yang diakui oleh oleh SAK,IFRS, dan pajak .. saya sudah mencari data di tempat lain tapi rata-rata hanya menjelaskan 2 metode yang umum saja.. mohon bantuannya dan terima kasih..

    aji

    ReplyDelete
  10. saya mau tanya pak, bagaimana penggunaan masing-masing metode penyusutan berpengaruh terhadap laba perusahaan?terimakasih (^_^)

    ReplyDelete
  11. pak saya lukman, mw nanya pak, bagian2 dalam perusahaan yang terkait dalam penyusutan dan pengahapusan aktivatetap itu bagian apa saja??
    trus proses penghapusan dan penysutannya itu bagaimana..
    (maksudnya dari bagian apa membuat dokumen apa truz dikirim ke bagian mana lalu gimana2)
    soalnya saya lagi bingung membuat Document flow sistem penysutan dan penghapusan aktiva tetap pak..

    mohon bantuannya pak :)

    ReplyDelete
  12. pak saya lukman, mw nanya pak, bagian2 dalam perusahaan yang terkait dalam penyusutan dan pengahapusan aktivatetap itu bagian apa saja??
    trus proses penghapusan dan penysutannya itu bagaimana..
    (maksudnya dari bagian apa membuat dokumen apa truz dikirim ke bagian mana lalu gimana2)
    soalnya saya lagi bingung membuat Document flow sistem penysutan dan penghapusan aktiva tetap pak..

    mohon bantuannya pak :)

    ReplyDelete
  13. Salam kenal Pak Putra,
    saya Andip ikut Program Maksi di Trisakti.

    Pertama,
    saya ucapkan terima kasih atas media info seperti ini..Keren banget.

    Kedua,
    boleh Pak saya bertanya, hal Penyusutan..?
    Ada paper yang mengulas Penyusutan ditinjau dari Keuangan dan Akunting?
    ..kira-kira trendnya kemana yaa.. Semua ulasan buku yang saya baca tentang hal tsb. pasti tidak jauh dari apa itu penyusuta.. bagaimana caranya .. etc., tapi topik ke arah Keuangan bagaimana..? dan ke Akunting seperti apa..?

    Terakhir,
    Thanks ya Pak..

    ReplyDelete
  14. pak,,saya leni,
    saya tuh kuliah jurusan akuntansi,bagaimana sih pak, cara memahami akuntansi ?karena selama ini saya cuma bisa hapal bukan paham,,

    ReplyDelete
  15. Saya dian. mo tnya nich pak...jika masa penyusutannya telah habis, apakah akm.penyusutannya msh tetap d perhitungkan (maksud sy akm. pnystn dr aktiva yg hbs tetap d masukkan k dlm neraca).
    Jika ada penjualan aktiva dr masa penystn yg tlh habis, bagaimana perlakuannya dlm akuntansi. apakah itu jg mengurangi daftar aktiva?
    Terima kasih .

    ReplyDelete
  16. Siang Pak, saya chika, mo nanya....
    Misalnya saya beli komputer bulan Juni tahun 2008 Rp. 10.000.000,- salvage valuenya 25%, % penyusutan 25%, berarti biaya penyusutannya Rp. 937.500 (bener gak ;)
    Trus tahun 2009 saya beli lagi komputer di bulan November Rp. 8.000.000,-
    Nah, akhir tahun 2009 jadinya biaya penyusutannya berapa???

    mohon dibantu yaaaaa, thanks

    ReplyDelete
  17. pak, maaf saya mau konsul..di perush saya ada data pembelian kendaraan pd tahun 1993, kelasnya kelas I, penyusutannya 50% (metode garis lurus) tapi sampai sekarang kok masih disusutkan terus dengan prosentase 50% padahal sudah 18th. seharusnya kalau kelas I 4 th sudah habis disusutkan. tapi kendaraan masih dipakai. saya bingung masalah penentuan kelas dan menyusutkan aktiva yang hampir berumur 20 thn. apakah seharusnya masuk kelas 4 dan prosentasenya 12,5%? mohon sarannya. terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  18. bisa jelasin tentang metode satuan jam kerja gak.?
    hhe..
    trim's.
    mohon bantuannya. :)

    ReplyDelete
  19. Pak Putra saya mau tanya...
    Kalau suatu perusahaan pada mulanya dia bergerak di bidang sewa menyewa alat berat (Penyusutannya kelompok 2 = 8tahun), kemudian pada pertengahan tahun usahanya berubah menjadi bidang pertambangan umum (penyusutan kelompok 3 = 16 tahun), apakah pada pertengahan tahun perusahaan tersebut langsung melakukan penyusutan menjadi kelompok 3? ataukah menunggu sampai awal tahun berikutnya? bagaimana perlakuan pajaknya?
    Terima kasih pak

    ReplyDelete
  20. Mohon Maaf mengganggu pak putra. saya mau bertanya, kenapa metode Declining Balance accounting berbeda dengan metode Declining Balance Perpajakan yg telah di tetapkan MENKEU 138/KMK.03/2002.

    Disana tertulis umur ekonomis 8 thn jika aset diterima awal bula (12/12) tarif nya 39%, sedangkan klo dalam metode Declining Balance Perpajakan sebesar 25%. akan tetapi untuk metode garis lurus nya memang sudah sesuai jika di jadikan persentase per periode umur ekonomisnya..

    mohon pencerahannya pak...!!!!

    Terima Kasih Banyak

    ReplyDelete
  21. terima kasih p putra penjelasan ttg aktiva sangat baik... tp ada yg mau saya tanyakan..
    >bagaimana menentukan umur ekonomis sebuah aktiva, mis nya seperti gedung apa ada standar penentuan umur ekonomis nya..?
    > dan aktiva lainnya apa dalam penentuan umur ekonomis nya saya msti tanya ke supplier dimana saya membeli aktiva tsb.?

    ReplyDelete
  22. sorry neh, mau tanya donk...
    suatu perush mempunyai gedung dan akan direnovasi. petanyaan saya, pengaruhnya biaya renovasi di aset gedung itu sendiri ap?pengaruhnya dmn?thank's buat jawabannya en saya tunggu...makasih

    ReplyDelete
  23. Sore Pak,
    saya mau tanya. Ada aktiva tetap jenis furniture,dmn bulan perolehan maret,tahun 2008,harga perolehan 916.000. Untuk menghitung akumulasi penyusutan s/d 2011 jika menggunakan metode garis lurus bagaimana cara penghitungannya?

    ReplyDelete
  24. apakah maksud dri umur ekonomis suatu barang itu maksudnya sudah brapa lama brang itu di gunakan atau bagaimana? brang di beli 3 tahun yg lalu, dgn harga 186.000.000 , saya mau nyari brpa perhitungan penyusutannya itu gmna? tolong di jelaskan,,

    thankss...

    ReplyDelete
  25. Pak saya mau tanya 'kenapa mobil (asset tetap) harus disusutkan?
    Terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete

Feel free to leave a comment :)

Accounting (Akuntansi), Financial (Keuangan) & Taxation (Perpajakan). Didedikasikan bagi mereka yang membutuhkan artikel, tips, Case study, spreadsheet & tools yang bersifat aplikatif.


Google
 

K A T E G O R I

Account Receivable (4) Accounting (93) Accounting Case Study (15) Accounting Certification (1) Accounting Contest (1) Accounting For Manager (4) Accounting Software (2) Acquisition (5) Advance accounting (6) Aktiva Tetap (16) Akuisisi (5) Akuntansi Biaya (3) Akuntansi Dasar (2) Akuntansi Management (4) Akuntansi Pajak (9) Akuntansi Translasi (2) Announcement (6) archiving (1) ARTICLES (4) ARTIKEL (91) Audit Kinerja (1) Auditing (3) Balance sheet (1) Bank (1) Basic Accounting (1) Bea Cukai (4) Bea Masuk (7) Calculator (2) Capital (1) Career (2) Cash (1) Cash Flow (3) Certification (1) COGS (11) Contest (1) Cost (18) Cost Analysis (12) CPA (2) CPA EXAM (1) Credit (1) Credit Policy (1) Current Asset (1) Data (1) Discount (1) Diskon (1) Duty (1) Expense (4) Export - Import (15) FASB (1) Finance (8) FINANCIAL (16) Financial Control (10) Foreign Exchange Rate (1) Form (2) FOTO (1) FRAUD (2) Free Download (9) Freebies (6) GAAP (1) GAJI (3) Garansi (1) Gift (1) Goodwill (1) Hotel (1) IFRS (1) Import (5) Import Duty (7) International Accounting (1) Investasi (1) Job Vacant (1) Kas (6) Kas Bank (3) Kas Kecil (1) Kasus Akuntansi (3) Kasus Legal (2) Kasus Pajak (6) Keuangan (3) Komentar (1) Konsolidasi (4) Laba-Rugi (1) Lain-lain (15) LANDING COST (1) Laporan Arus Kas (2) Laporan Keuangan (9) Lean Accounting (1) Lean Concept (1) Lean Manufacturing (1) Legal (1) Lowongan Kerja Accounting (2) MA Accounting (3) Management Accounting (5) Merger (4) Miscellaneous (2) Modal (1) neraca (1) PAJAK (24) payroll (1) Pembelian (2) Pemberitahuan (3) Pendapatan (2) Pengakuan Pendapatan (1) Pengarsipan (1) Pengendalian (6) Pengendalian Keuangan (15) PENGGELAPAN (1) Penjualan (1) Perlakuan akuntansi (2) Petty Cash (1) PHOTO (1) Piutang (1) PPH PASAL 21 (11) PPh Pasal 22 (3) PPh Pasal 26 (2) PPn (2) PPn Import (5) Professi Akuntan (1) Profit-Lost (1) PURCHASE (2) Quiz (1) Rabat (1) Rebate (1) Retur (1) Return (1) Revenue (4) Review (1) Sales (2) SERIE ARTIKEL (1) Sertifikasi (1) Shareholder (1) Shipping Agent (1) Shipping Charge (1) Soal dan Jawaban CPA (1) SPI (1) Spreadsheet Accounting (5) Spreadsheet Gratis (4) system pengendalian (1) system pengendalian gaji (1) Taxation (18) Template (2) Tip n Tricks (4) TIPS AND TRICKS (38) Tools (8) Tutup Buku (1) Ujian CPA (1) UPAH (3) update situs (2) USAP (2) Utilities (1) Video Tutor (1) warranty (1) What Is New (7)

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Mengapa perlu men-subscribe ?
Dengan men-subscribe, anda akan menerima pemberitahuan setiap kali ada update terbaru (artikel, tips, free download template, files, dll) dari ACCOUNTING, FINANCE & TAXATION langsung di INBOX e-mail anda.
Bagaimana caranya mensubscribe ?=> Ketik e-mail address anda (pada kolom yang disediakan diatas)=> Klik tombol "subscribe"=> Setelah men-klik tombol subscribe, akan muncul window (halaman) baru=> Pada halaman baru tersebut, masukkan kode validasi yang disediakan=> Klik tombol "subscribe"=> Masuk ke inbox email anda, lalu klik link verifikasi yang disediakan=> Selesai